hangat persaudaraan..

saudaraBapak itu kemudian mengambil sarung tangan karet dan meniupnya sehingga membesar menyerupai balon. Kami menyimak dengan khusyu’…karena berfikir ilmu ini pasti mahal nilainya,.harus ditangkap dengan cermat.
Lalu berkata beliau, ” coba bawa sini pisau sayatannya…anak pisaunya yang ukuran 15..”
setelah itu, beliau menjelaskan lagi,…” nah, ini salah satu cara yang bisa kita pake untuk melatih diri melakukan pembekaman dengan sayatan. Sekarang perhatikan baik-baik…mulailah menorehkan pisau ke punggung balon ini sebanyak 40 kali…rasakan kekuatan sayatannya..” beliau menerangkan sambil mengamati kami, mungkin sambil melihat…” pada ngerti nggak ni maksudnya..”
Lanjut beliau,…” sederhana sekali kan,..tapi untuk mendapatkan ini saya harus mengikuti pelatihannya dijakarta selama hampir 2 minggu dengan biaya 8 jutaan. Alhamdulillaah setelah itu dapat sertifikat yang diakui didunia internasional..”
Subhanallah….ilmu memang mahal harganya..
Begitulah sore itu pembicaraan kami lebih banyak menjadi ajang konsultasi karena yang datang berkunjung ke klinik albana seorang pakar bekam dari payakumbuh. Pak buyung, orang memanggilnya.
Pada awalnya, ketika beliau melalui telpon mengatakan akan berkunjung ke klinik albana, sebenarnya saya tidak menganggap serius karena kesibukan beliau pasti menyita waktu. Namun, alhamdulillah sore ini beliau sengaja berkunjung ketempat kami…sungguh sebuah hadiah dari allah..
Selang tak berapa lama setelah kami berbincang-bincang,..sebuah motor memasuki parkiran dan subhanallah…lagi, sebuah hadiah allah datangkan sore ini.
Sepasang suami istri berikut dua anak perempuannya turun dari sepeda motor. Sepertinya mereka baru saja menempuhi perjalanan jauh,..dan benar saja..mereka barusan menghadiri aksi solidaritas bagi Mesir di kota Padang. Mereka berdua juga mengabdikan diri didunia thibbun nabawi..terapis di kota bukittinggi..
Kami pun membaur dan suasana semakin meriah dan berkah karena masing-masing orang berbagi ilmu dan pengalamannya. Sajian kopi herbal dan kurma menemani perbincangan hangat hingga waktu bergerak menuju maghrib.
Waktu terasa tidak cukup…namun harus segera diakhiri karena mereka semua akan melanjutkan lagi perjalanan sesuai tujuan kota masing-masing.
Alhamdulillah..syukur ya allah…
Ketika tangan tergenggam bersama,..banyak hal yang bisa diperbuat..
bahwa, kami telah bertekad diri untuk berdakwah dibidang ini…itu semata anugrah dari allah..
Kami bersyukur,..landasan niat yang kukuh membuat kebersamaan ini jauh dari syak wasangka…iri hati, dengki…persaingan ..
yang ada adalah ukhwah dan taawun..
Ternyata bukan hanya limpahan pahala dan berkah yang akan didapati jika tulus dalam berjuang..tapi juga hangatnya persaudaraan

# thibbun nabawi,..gaya hidupku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s